YOGYAKARTA – Aula Kantor DPW PKS Kota Yogyakarta tampak dipadati warga pada Senin (9/2). Sebanyak 150 peserta dari berbagai kemantren di Ko...
YOGYAKARTA – Aula Kantor DPW PKS Kota Yogyakarta tampak dipadati warga pada Senin (9/2). Sebanyak 150 peserta dari berbagai kemantren di Kota Yogyakarta hadir dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Acara ini menghadirkan Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta, yang memberikan paparan mendalam mengenai urgensi menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan global yang kian dinamis.
Dalam orasinya, Sukamta tidak sekadar memaparkan materi secara teoretis, melainkan juga membakar semangat nasionalisme para hadirin. Ia menekankan bahwa kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati yang tidak boleh ditawar oleh kepentingan apa pun. Ia mengingatkan masyarakat untuk menutup rapat celah sekecil apa pun yang berpotensi memicu perpecahan atau keinginan untuk memisahkan diri dari pangkuan ibu pertiwi.
"Jangan pernah berpikir sedikit pun untuk memisahkan diri dari NKRI. Bagi kita, NKRI adalah harga mati yang harus terus dijaga," tegas Sukamta di hadapan ratusan peserta yang menyimak dengan saksama.
Lebih lanjut, legislator asal Yogyakarta ini mengajak masyarakat untuk menaikkan level pemahaman mereka terhadap Pancasila. Ia berpendapat bahwa Pancasila tidak diciptakan sekadar untuk dihafalkan di luar kepala, melainkan sebagai pedoman hidup yang wajib dipraktikkan dalam setiap embusan napas kehidupan bermasyarakat. Sukamta meyakini bahwa jika nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan benar-benar dihayati, maka berbagai persoalan bangsa, termasuk degradasi moral dan korupsi, dapat ditekan secara signifikan.
Menurut Sukamta, Pancasila harus benar-benar "membumi" dan diterapkan dalam keseharian agar bangsa ini bisa mendekati cita-cita nasionalnya. Ia menjelaskan bahwa implementasi nilai-nilai tersebut adalah kunci untuk menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur. Baginya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan merawat apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa dengan darah dan air mata.
Sukamta juga menaruh perhatian khusus pada pengaruh deras globalisasi yang perlahan bisa menggerus identitas nasional. Ia memperingatkan adanya ancaman degradasi moral yang nyata jika generasi muda tidak dibekali dengan pemahaman ideologi yang kuat. Di akhir sesi, ia kembali memberikan pesan mendalam mengenai peran krusial pemuda sebagai pewaris nilai-nilai luhur bangsa.
"Pemuda adalah kunci. Kelak, merekalah yang akan menjadi penerus dan pewaris nilai-nilai Pancasila. Jika mereka kuat, maka Indonesia akan tetap tegak berdiri," pungkasnya menutup sosialisasi tersebut.
