YOGYAKARTA – Anggota MPR RI, Sukamta, menekankan bahwa Empat Pilar MPR RI bukan sekadar narasi formal kenegaraan, melainkan pegangan hidup ...
YOGYAKARTA – Anggota MPR RI, Sukamta, menekankan bahwa Empat Pilar MPR RI bukan sekadar narasi formal kenegaraan, melainkan pegangan hidup yang krusial untuk menjaga kohesi sosial di tengah kemajemukan. Hal tersebut ia kemukakan saat menggelar sosialisasi kebangsaan di hadapan 150 kader PKS yang memadati Grand Serela Yogyakarta, Senin, 8 Desember 2025.
Dalam forum yang berlangsung hangat tersebut, Sukamta memaparkan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan instrumen penyaring dari berbagai pengaruh negatif zaman. Menurut dia, Pancasila adalah konsensus nasional yang paling kokoh karena mampu mengikat seluruh golongan dalam satu wadah besar yang setara.
"Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi sumber jati diri, moralitas, dan haluan bagi keselamatan bangsa," ujar Sukamta di hadapan para kader. Ia menambahkan bahwa pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai ini menjadi kewajiban bagi generasi masa kini agar mampu menerapkan etika kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sukamta juga memberikan catatan khusus mengenai kemajemukan Indonesia. Ia memandang Bhinneka Tunggal Ika sebagai anugerah yang harus dirawat dengan nalar sehat, bukan dengan sentimen yang memecah belah. Ia mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang agama, suku, maupun ras tidak boleh menjadi alasan untuk saling merendahkan atau menghujat.
“Jika kita terjebak dalam aksi saling menghujat, bangsa ini berisiko besar mengalami disintegrasi. Perbedaan justru harus dijaga sebagai kekuatan agar persatuan kita tetap utuh,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Sukamta berharap para kader PKS yang hadir dapat mengambil peran sebagai garda terdepan di masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menguatkan nilai-nilai kebangsaan dan menjaga harmoni di akar rumput.


