Yogyakarta – Suasana Aula DPTW PKS DIY di Kota Yogyakarta tampak lebih hidup dari biasanya pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Sebanyak 200 peserta...
Yogyakarta – Suasana Aula DPTW PKS DIY di Kota Yogyakarta tampak lebih hidup dari biasanya pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Sebanyak 200 peserta memadati ruangan tersebut dengan penuh antusiasme untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang diampu langsung oleh Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta.
Dalam forum yang hangat tersebut, Sukamta tidak hanya menyampaikan materi secara teoretis, tetapi juga membakar semangat kebangsaan para hadirin. Ia kembali menegaskan pesan krusial mengenai kedaulatan negara, mengingatkan bahwa keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sesuatu yang mutlak dan tidak bisa ditawar lagi.
"Jangan pernah berpikir sedikit pun untuk memisahkan diri dari NKRI. Bagi kita, NKRI adalah harga mati yang harus terus dijaga," tegasnya di hadapan ratusan peserta yang menyimak dengan saksama.
Lebih jauh, Sukamta mengajak masyarakat untuk menaikkan level pemahaman mereka terhadap Pancasila. Ia menekankan bahwa Pancasila tidak diciptakan sekadar untuk dihafalkan di luar kepala, melainkan sebagai pedoman hidup yang wajib dipraktikkan dalam setiap hembusan napas kehidupan bermasyarakat.
Ia memberikan contoh konkret yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Menurutnya, jika Sila Pertama—Ketuhanan Yang Maha Esa—benar-benar dihayati dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, maka moralitas bangsa akan terjaga dan kasus korupsi tidak akan merajalela.
"Pancasila itu harus 'bumi', harus diterapkan dalam keseharian. Nilai-nilainya harus dipahami dan diimplementasikan agar kita bisa mendekati cita-cita nasional kita, yaitu menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur," jelas Sukamta.
Sukamta juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi generasi masa kini. Ia mengingatkan bahwa apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa dengan darah dan air mata, kini menghadapi ujian berat dalam perawatannya. Tantangan terbesar datang dari arus deras globalisasi yang perlahan bisa menggerus identitas bangsa.
Oleh karena itu, ia menaruh perhatian khusus pada peran generasi muda. Sukamta memperingatkan adanya ancaman degradasi moral dan pemahaman nilai kebangsaan akibat pengaruh global yang tak terbendung.
"Pemuda adalah kunci. Kelak, merekalah yang akan menjadi penerus dan pewaris nilai-nilai Pancasila. Jika mereka kuat, maka Indonesia akan tetap tegak berdiri," tutupnya mengakhiri sesi dengan pesan yang mendalam bagi masa depan bangsa.


